Mendambakan kearifan lokal Negeri Batumerah di era 70 an sampai pertengahan 90 an menjadi mimpi panjang tak berujung, negeri yang dikala itu kuat dengan tatanan adat istiadat penuh dengan panutan dan teladan, muda menghormati tua, besar menghargai yang kecil, masing-masing saling mengayomi dan mengenal mana anak, mana orang tua, mana paman dan seterusnya, suasana dalam negeri terasa damai. nyaman dan aman bahkan konon Negeri bartajuk Hatukau ini sangat disegani karena tatanan adat dan agama yang kuat. namun sekarang predikat negeri yang disegani seakan tinggal nama tergerus oleh perkembangan zaman.
Serasa gerah dengan hilangnya nilai-nilai adat, moral dan spritual ditambah makin maraknya peredaran dan penyalah gunaan Narkoba yang semakin tidak terkendali, Pemudah Negeri Induk Batumerah mulai mengambil langkah. dengan niat tulus mempersatukan kembali pemuda yang kehilangan arah dan marwah negeri sejumlah pemuda berinisiatif melaksanakan musyawarah besar Pemilihan Kepala Pemuda.
Steering Committee dibentuk, musyawarah dilaksanakan di aula Kantor Negeri Batumerah di hadiri oleh seluruh Pemuda dan dipantau langsung oleh Kepala Pemerinah/Raja dan Saniri Negeri Batumerah, sejumlah pemuda saling bergantian mengemukakan pikiran-pikiran kritis masing-masing. Musyawarah berjalan alot dan penuh dinamika, pimpinan sidang dan peserta musyawarah tampak berperang pendapat dan argumentasi hingga selesai musyawarah aman dan tertib setelah disepakati beberapa kesepakatan dalam proses pemilihan Kepengurusan Kepemudaan yang baru setelah kepengurusan kepemudaan sebelumnya talah dimisioner.
Minggu 21 Desember 2025 Musyawarah Pemilihan Kepengurusan Kepala Pumuda atau Kepala Pemuda yang dinanti natikan dilaksanakan, seluruh Pemuda terlihat antusias selepas shalat Isya pelataran kantor negeri sejak awal sudah dipenuhi pemuda yang datang dari berbagai arah. pukul 21.00 WIT pimpinan sIdang yang dipimpin Yedi Al Hakim mengetok palu menandakan sidang pemilihan Kepala Pemuda telah dimulai. didepan podium berjejer empat kandidat masing-masing Afrizal Masawoy dengan Nomor Urut Satu , Anjas Syukur Nomor Urut Dua, Novri Hukum Nomor Urut Tiga dan Abidin Zainal Liem Nomor Urut Empat duduk menyamping dengan kemeja putih rapih dan balutan kain Penilis di pundak, bergeser ke tengah Raja Batumerah dan jajaran saniri dan tamu undangan duduk ikut menyaksikan pesta demokrasi pemuda negeri Batumerah.
"Kami Pemerintah Negeri sengaja tidak menginterfensi pemuda untuk memilih Kepala pemuda dan pengurusnya, kami ingin pemuda sendiri yang melakukannya secara terbuka dan demokratis," ucap Raja Negeri Batumerah Ali Hatala saat membuka secara resmi kegiatan pemilihan di malam itu. saat ini tambah, Hatala Pemudah sudah sangat kritis melihan kondisi di negeri dan sangat ingin ada sebuah perubahan yang lebih baik kedepan.
"Saya sangat senang melihat anak-anak muda sekarang ini mempunyai kapasitas dan sangat kritis sehingga sejak awal musyawarah penuh dengan dinamika ini baik sekali menandakan bahwa pemuda sekarang sudah bersatu dan mau adanya perubahan,"ujarnya. setelah dibuka secara resmi oleh Raja Negeri Batumerah musyawarah sempat diwarnai perdebatan. Beberapa pemuda menyoal tahapan dan teknis yang dilakukan oleh panitia, sesekali terdengar suara riuh dan gaduh mereka saling sahut menyahut baik antara pemuda maupun panitia namun dapat disterilkan kembali oleh Panitia dan Raja Negeri Batumerah dengan memberikan arahan.
Beranjak ke tahapan penyampaian visi dan misi oleh para kandidat forum mulai tenang seantero gedung aula seketika diam menyimak dan memperhatikan kalimat demi kalimat yang disampaikan kandidat, sesekali forum merespon dengan bertepuk tangan dan serentak melontarkan kata setuju. Secara menyeluruh semua kandidat menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi negeri saat ini. persatuan dan perubahan menjadi satu-satunya solusi untuk mengatasi kesenjangan dan permasalahan di Negeri. tak lupa para kandidat menawakan program-program andalan mulai dari menciptakan kegiatan pemberdayaan dan pembinaan bagi pemuda, memberantas narkoba merangkul pemuda-pemuda di petuanan hingga memberlakukan jam belajar dan jam malam di dalam negeri.
Tidak menunggu lama setelah penyampaian visi dan misi panitia langsung melakukan proses pemilihan, mekanisme dijalankan satu persatu nama pemuda di panggil kertas suara dibagikan masing-masing menyoblos satu diantara empat kandidat dan kembali memasukan kertas coblos dengan rapi dan tertip di kotak suara. Setelah tahapan pemilihan selesai panitia langsung melakukan rekapitulasi hasil suara dari total 263 suara kandidat Nomor Urut Satu memperoleh 47 suara, Nomor Urut Dua 83 suara, Nomor Urut Tiga 113 suara dan kandidat Nomor Urut Empat memperoleh 17 suara sedangkan suara tidak sah 3 suara. secara otomatis kandidat Nomor Urut Tiga Novril Hukom terpilih menjadi kepala Pemuda Negeri Batumerah dan kandidat lain mengisi posisi Wakil Ketua Satu, Dua dan Wakil Ketua Tiga.
Terpilihnya Novril Hukum menjadi Kepala Pemuda Negeri Batumerah Periode 2025-2031 disambut isak haru dan sukacita. Seluruh pemuda bergembira telah mendapatkan pimpinan baru mereka dengan membawa sejumlah visi dan misi dan perubahan baru menuju Negeri Batumerah yang berjaya dan bermartabat,"Ini yang saya cita-citakan dari dulu doa saya selama ini didengar dan terkabul karena saya ingin melihat negeri ini kembali seperti dulu yang aman damai dan disegani."Kata Hukom saat menyampaikan kapur sirih setelah terpilih.
Novril telah berkomitmen dan berjanji akan melaksanakan seluruh visi misinya."Saya tidak mau lagi ada pemuda yang luntang lanting dan terpengaruh dengan narkoba, mereka harus diberikan kegiatan postif sesuai dengan bakat, pemuda Batumerah banyak memiliki bakat dan kelebihan tinggal kita berdayakan dan bina saja,: tandasnya. untuk itu, tambah Hukom, pihaknya akan berkolaborasi dengan Pemerintah Negeri untuk mendukung seluruh program kepemudaan nantinya.
"Setelah ini kami akan datang ke Pemerintah Negeri membicarakan program, sudah saatnya kita berubah semua pemuda baik di Negeri Induk dan petuanan harus kita libatkan, supaya kita tidak diremehkan dan nama negeri akan kembali harum seperti dulu," ucapnya. terakhir Hukom menyampaikan terima kasih serta meminta dukungan penuh dari semua masyarakat dan pemuda," Tanggungjawab dan amanat ini saya akan laksanakan dengan sepenuh hati mari kita bersatu tidak ada lagi istilah pemuda sana dan pemuda sini kita semua bersaudara bersatu membangun negeri" tutupnya. (BM1)